Minggu, 20 April 2014

Data

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.

1. Jenis Data
a. Jenis-jenis data dapat dibagi berdasarkan sifatnya, sumbernya, cara memperolehnya, dan waktu pengumpulannya. Menurut sifatnya, jenis-jenis data yaitu:
- Data Kualitatif: data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka, misalnya: Kuesioner Pertanyaan tentang suasana kerja, kualitas pelayanan sebuah rumah sakit atau gaya kepemimpinan, dll.
- Data Kuantitatif: data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, misalnya: harga saham, besarnya pendapatan, dll.

b. Jenis-jenis data menurut sumbernya, antara lain:
- Data Internal: data intenal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya, dll.
- Data Eksternal: data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat menggambarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil kerja suatu organisasi. Misalnya: daya beli masyarakat mempengaruhi hasil penjualan suatu perusahaan.

c. Jenis-jenis data menurut cara memperolehnya, antara lain:
- Data Primer (primary data): data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview, observasi.
- Data Sekunder (secondary data): data sekunder adalah data yang diperoleh/ dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip-arsip resmi.

d. Jenis-jenis data menurut waktu pengumpulannya, antara lain:
- Data cross section, yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu (at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut. Misalnya; data penelitian yang menggunakan kuesioner.
- Data berkala (time series data), yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar, harga 9 macam bahan pokok penduduk.

2. Metode Pengumpulan Data
    Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan yang diungkapkan dalam bentuk hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian.metode pengumpulan data bisa dilakukan dengan cara:

a. Wawancara
    Menurut Prabowo (1996) wawancara adalah metode pengmbilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang responden, caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara.

b. Observasi
Disamping wawancara, penelitian ini juga melakukan metode observasi. Menurut Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
    Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memehami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal-hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.

3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik Pengambilan Sampel ada 2, yaitu :

1)  Teknik sampling secara probabilitas
    Teknik sampling probabilitas atau random sampling merupakan teknik sampling yang dilakukan dengan memberikan peluang atau kesempatan kepada seluruh anggota populasi untuk menjadi  sampel. Dengan demikian sampel yang diperoleh diharapkan merupakan sampel yang representatif.
    Teknik sampling semacam ini dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;

a) Teknik sampling secara rambang sederhana atau random sampling. Cara paling populer yang dipakai dalam proses penarikan sampel rambang sederhana adalah  dengan undian.

b) Teknik sampling secara sistematis (systematic sampling). Prosedur ini berupa penarikan sample dengan cara mengambil setiap kasus (nomor urut) yang kesekian dari daftar populasi.

c) Teknik sampling secara rambang proporsional (proporsional random sampling). Jika populasi terdiri dari subpopulasi-subpopulasi maka sample penelitian diambil dari setiap subpopulasi. Adapun cara peng-ambilannya  dapat dilakukan secara undian maupun sistematis.

d) Teknik sampling secara rambang bertingkat. Bila subpoplulasi-subpopulasi sifatnya bertingkat, cara pengambilan sampel sama seperti pada teknik sampling secara proportional.

e) Teknik sampling secara kluster (cluster sampling) Ada kalanya peneliti tidak tahu persis karakteristik populasi  yang ingin dijadikan subjek penelitian karena populasi tersebar di wilayah yang amat luas. Untuk itu peneliti hanya dapat menentukan sampel wilayah, berupa kelompok klaster yang ditentukan secara bertahap. Teknik pengambilan sample semacam ini disebut cluster sampling atau multi-stage sampling.

2) Teknik sampling secara nonprobabilitas.
    Teknik sampling nonprobabilitas adalah teknik pengambilan sample yang ditemukan atau ditentukan sendiri oleh peneliti atau menurut pertimbangan pakar. Beberapa jenis atau cara penarikan sampel secara nonprobabilitas adalah sebagai berikut :

a) Purposive sampling   atau  judgmental sampling  Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti.

b) Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju).
Penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama, sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua, dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar, seolah-olah terjadi efek bola salju.

c) Quota sampling (penarikan sample secara jatah). Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data.

d) Accidental sampling  atau convenience sampling Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu, melainkan secara kebetulan, yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan.

4. Teknik Pembuatan Kuisioner
Teknik Pembuatan Kuisioner adalah :
 1. Isi dari Kuisioner
    Kuisioner harus memiliki center perhatian, yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuisioner dapat berupa :
a) pertanyaan tentang fakta
b) pertanyaan tentang pendapat,
c) pertanyaan tentang persepsi diri.

2. Cara mengungkapkan Pertanyaan
    Walaupun sukar untuk menentukan suatu aturan yang dapat berlaku umum tentang cara mengungkapkan pertanyaan, beberapa petunjuk penting berkenaan dengan hal diatas perlu diketahui, antara lain :
a) jangan pergunakan perkataan yang sulit,
b) jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum,
c) hindarkan pertanyaan yang mendua arti (ambigus),
d) jangan gunakan kata yang samar-samar,
e) hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti,
f) hindarkan pertanyaan yang berdasarkan presumasi,
g) jangan membuat pertanyaan yang melakukan responden,
i) hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan,
j) gunakan bahasa yang mudah (perkataan dan kalimat harus sederhana)
k) gunakan istilah yang familiar bagi responden,
l) pertanyaan disusun secara sistematis (sederhana hingga kompleks

Sumber :
1. http://rizkiamaliafebriani.wordpress.com/2013/04/19/pengertian-cara-pengumpulan-dan-jenis-jenis-data-dan-sample/
2. http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-data-dan-jenis-data.html
3. http://expresisastra.blogspot.com/2013/11/macam-macam-teknik-pengambilan-sampel.html
4. http://ilmukieta.blogspot.com/2011/11/cara-membuat-kuesioner-yang-baik-dan.html

www.gunadarma.ac.id

Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus di buktikan kebenarannya.

1. Ciri-ciri Hipotesis yang baik dalah :
    a. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
    b. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-  variabel
    c. Hipotesis harus dapat di uji
    d. Hipotesis hendaknya dapat konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada
    e. Hipotesis hendaknya di nyatakan sesederhana dan seringkas mungkin

2. Manfaat Hipotesis adalah :
    a. Untuk menguji teori
    b. Mendorong munculnya teori
    c. Menerangkan fenomena sosial
    d. Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian
    e. Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan di hasilkan

3. Macam-macam Hipotesis adalah :
    a. Hipotesis Deskriptif
        Hipotesis deskriptif merupakan jawaban sementara pada masalah. Deskriptif    adalah yang berkenaan dengan variabel mandiri.

    b. Hipotesis Komparatif
        Hipotesis komparatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan masalah ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada waktu yang berbeda.

    c. Hipotesis Asosiatif
        Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah asosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis
2. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/ciri-ciri-hipotesis-yang-baik/
3. http://stmj-sutamaji.blogspot.com/2011/01/pengertian-dan-macam-macam-variable-dan.html

www.gunadarma.ac.id

Selasa, 15 April 2014

Karya Ilmiah

Karya Ilmiah

Ciri-ciri Karya Ilmiah
Ciri-ciri Karya Ilmiah adalah :
1.      Menyajikan fakta objektif secara sistematis
2.      Penulisan cermat, tepat, dan benar serta tulus
3.      Tidak mengejar keuntungan pribadi, yaitu tidak berambisi agar pembaca berpihak kepadanya
4.      Sistematis, terkendali, konsepsual, dan prosedural
5.      Tidak emotif (tidak menonjolkan perasaan)
6.      Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung (kecuali hipotesis kerja)
7.      Memuat kebenara-kebenaran
8.      Tidak argumentatif
9.      Tidak persuasif
10.  Tidak melebih-lebihkan sesuatu
Macam-macam Karya Ilmiah
Macam-macam Karya Ilmiah adalah :
1.      Makalah
Karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif dan induktif.

2.      Jurnal
Sebagai sumber informasi primer atau yang paling penting di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal berisi kumpulan artikel yang di publikasikan secara periodik, di tulis oleh para ilmuwan peneliti untuk melaporkan hasil-hasil penelitian terbarunya.



3.      Skripsi
Karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yng di ajukan harus di dukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga di perlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

4.      Tesis
Karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam di bandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang di peroleh dari penelitian sendiri.
           

5.      Disertasi
Karya tulis ilmiah yang mengemukakan dalil yang dapat di buktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis yang terinci. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat di pertahankan oleh penulisannya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

Sikap Ilmiah
1.      Mampu membedakan fakta dan opini
2.      Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
3.      Mengenbangkan keingintahuan
4.      Kepedulian terhadap lingkungan
5.      Berpendapat secara ilmiah dan kritis
6.      Berani mengusulkan perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggung jawab terhadap usulannya
7.      Bekerja sama
8.      Jujur terhadap fakta


Sumber :
1.http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR_PEND_OLAHRAGA/196506141990011-YUNYUN_YUDIANA/KARYA_TULIS_ILMIAH.pdf
2.http://www.slideshare.net/fiqhrimp/makalah-tentang-karya-ilmiah
3.http://abdulsyukurpakro.blogspot.com/2013/06/pengertian-makalah-paper-dan-jurnal.html
4.http://www.slideshare.net/AriniNurmalaSari/sikap-ilmiah

Jumat, 07 Maret 2014

Induktif

Pengertian Penalaran Induktif

Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut induksi. Penalaran induksi berkaitan dengan empirisme. Secara empirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sementara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh :
            Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
            Sapi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
            Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
            Kesimpulan : semua hewan yang berdun telinga berkembang biak dengan melahirkan

Macam-macam Penalaran Induktif

Ada tiga jenis penalaran induktif yaitu :  
·         Generalisasi
Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa-peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan,generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. Proses penalaran ini bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat umum yang mengikat seluruh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
            Pemakaian bahasa Indonesia di seluruh daerah di Indonesia dewasa ini belum dapat dikata seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan dengan mudah. Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik. Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik. Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.

Macam-macam generalisasi adalah :
Ø  Generalisasi Sempurna
Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki.
Ø  Generalisasi Tidak Sempurna
Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.

·         Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Contoh :
            Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atmosfir seperti bumi, temperaturnya hampir sama dengan bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulnya musim seperti bumi. Jika bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada makhluk hidup di planet Mars.

·         Hubungan kausal
Penyebab suatu peristiwa tidak selalu dapat diketahui secara langsung karena banyak peristiwa yang perli diselidiki penyebabnya. Untuk menyelidiki penyebab suatu peristiwa maka diperlukan kemampuan berfikir kausal.
Hubungan kausal umumnya dapat berlangsung dalam tiga tipe yaitu :
Ø  Sebab ke akibat
Penalaran dari sebab ke akibat bertolak dari pengamatan terhadap sesuatu sebab yang diketahui. Dari hasil pengamatan ini ditarik kesimpulan mengenai akibat yang ditimbulkan oleh penyebab tadi. Akibat yang ditimbulkan bisa berupa akibat tunggal atau akibat kompleks. Sebuah sebab dapat pula menimbulkan akibat, akibat ini dapat pula menimbulkan akibat lainnya.
Contoh :
            Setiap hari Shinta selalu rutin belajar. Bahkan saat liburan pun dia selalu belajar. Tidak heran jika dia mendapat beasiswa berprestasi dari sekolahnya.
Ø  Akibat ke sebab
Penalaran dari akibat ke sebab merupakan salah satu jenis penalaran kausal. Penarikan kesimpulan bertolak dari akibat yang sudah diketahui untuk mencari penyebab yang menimbulkan akibat tadi.
Contoh :
            Setiap kali Marcel merasakan matanya berkunang-kunang dan hampir tidak dapat membaca tulisan pada jarak jauh. Akhirnya dia pergi ke dokter mata karena merasakan penyakitnya semakin parah. Setelah diperiksa oleh dokter ternyata mata Marcell minus
Ø  Akibat ke akibat
Penalaran dari akbat ke akibat bertolak dari suatu akibat yang diketahui kemudian dicari lagi akibat yang ditimbulkan oleh akibat tadi. Disini tidak ada usaha meneliti penyebab dari akibat yang pertama.
Contoh :
            Banyak soal yang tidak dapat di jawan Nisa, sehingga nilai ujiannya jelek.

·         Hipotesis dan teori
Ø  Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian yang telah dirumuskan
Ø  Teori adalah suatu set dari hubungan antar kontruk, konsep, definisi atau batasan, dan proposisi yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan merinci hubungan-hubungan antar variabel, dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena tersebut

Sumber :
http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/
http://www.trigonalworld.com/2013/09/penaralan-induktif.html
http://azuarjuliandi.com/usu/3teoridanhipotesis.pdf

Deduktif

Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran Deduktif adalah penalaran yang didasarkan pada prinsip, hukum,teori, atau putusan yang berlaku umum kemudian menuju pernyataan khusus.

Silogisme

Silogisme adalah proses yang menghubungkan 2 proposisi yang berlainan untuk menurunkan sebuah kesimpulan.
Macam-macam silogisme dalam penalaran deduktif yaitu :
·         Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategori.
Contoh :
Semua tanaman membutuhkan air (premis mayor)
Akasia adalah tanaman (premis minor)
Akasia membutuhkan air (premis kesimpulan)

·         Silogisme hipotesis adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotesis, sedangkan premis minornya adalah proposisi kategori. Ada empat macam silogisme hipotesis yaitu :
Ø  Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
            Jika hujan, Lisa naik becak
            Sekarang hujan
            Jadi, Lisa naik becak
Ø  Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh :
            Bila hujan, bumi akan basah
            Sekarang bumi telah basah
            Jadi, hujan telah turun
Ø  Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh :
            Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul
            Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa
 Jadi kegelisahan tidak akan timbul
Ø  Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh :
            Bila mahasiswa turun ke jalan, pihak penguasa akan gelisah
            Pihak penguasa tidak gelisah
            Jadi mahasiswa tidak turun ke jalan

·         Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri dari premis mayor berbentuk proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu jika premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif lain.
Contoh :
            Keluarga Nia berlibur di Yogyakarta atau Bandung (premis mayor)
            Keluarga Nia tidak berlibur di Bandung (premis minor)
            Jadi, keluarga Nia berlibur di Yogyakarta (kesimpulan)

Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
            Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
            Pada malam hari tidak ada matahari
            Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis


Sumber :
http://www.slideshare.net/hanyaqhu1/penalaran-26250841
http://www.slideshare.net/ddedestt/pengertian-logika-dan-silogisme
http://www.perkuliahan.com/makalah-kalimat-deduktif-induktif-bahasa-indonesia/
http://www.ras-eko.com/2011/03/macam-macam-silogisme-di-dalam.html


Kamis, 06 Maret 2014

Penalaran


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi (proposisi yang sejenis), berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Proposisi adalah suatu ekspresi verbal dari keputusan yang berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu predikat terhadap suatu yang lain, yang dapat dinilai benar atau salah.
Contoh :
·         Besi bila dipanaskan akan memuai
·         Bung Tomo adalah pahlawan

Inferensi adalah proses memperoleh kesimpulan, pemgetahuan atau pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman.
Contoh :
·         Karena............................................maka.............................................
Kalau ini begini maka itu begitu
Berhubung begitu maka karenanya begini

Implikasi atau pernyataan bersyarat atau kondisional adalah pernyataan majemuk yang disusun dari dua buah pernyataan p dan q dalam bentuk jika p maka q. Bagian “jika p” dinamakan alasan atau sebab dan bagian “maka q” kesimpulan atau akibat.
Contoh :
·         Jika 3 + 2 = 5, maka 5 adalah bilangan prima.
B B
Implikasi ini bernilai benar, karena alasan benar dan kesimpulan benar.
·         Jika 9 adalah bilangan genap, maka Surabaya ibu kota Jawa Timur.
S B
Implikasi ini bernilai benar, karena alasan salah dan kesimpulan benar.

Wujud evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, autoritas dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi.

Cara menguji fakta adalah melalui penilaian. Penilaian itu berguna untuk mengetahui apakah bahan itu fakta. Penilaian juga berguna untuk memperkuat kesimpulan. Cara menguji fakta :
·         Konsistensi
·         Koherensi

Cara menguji autoritas adalah :
·         Tidak mengandung prasangka
·         Pengalaman dan pendidikan autoritas
·         Keherensi dan kemajuan


Sumber :

http://www.scribd.com/doc/87712225/DEFINISI-PENALARAN
http://ratihseptiaryani.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-contoh-dari-proposisi.html
http://www.slideshare.net/gueste97040/proposisi
htpp://www.repository.binus.ac.id/content/T0273/T027358897.ppt
http://wahyuuwmy.blogspot.com/2011_07_01_archive.html
http://matematikaboy.wordpress.com/2010/12/11/implikasi-biimplikasi-konvers-invers-dan-kontraposisi/
http://eprints.uny.ac.id/1207/1/DEKA_KURNIA.pdf
https://meirianie.wordpress.com/page/8/


Minggu, 12 Januari 2014

Tugas Softskill


  1. Apa yang mempengaruhi dan alasan anda dalam memutuskan untuk membeli suatu barang?
Jawab : Yang mempengaruhi saya dalam memutuskan untuk membeli suatu barang adalah 
  • Barang tersebut sesuai dengan apa yang saya butuhkan atau tidak, karena bila membeli barang harus sesuai dengan kebutuhan saya atau yang memiliki manfaat untuk saya.
  • Harganya sesuai dengan budget yang saya miliki, karena bila harganya tidak sesuai dengan budget yang saya miliki akan membuat boros.
  • Tempat dimana saya bisa mendapatkan barang yang saya butuhkan, karena harus mencari tempat yang menjual barang yang saya ingin beli.
  • Kualitas dari barang tersebut, supaya saya merasa puas dalam penggunaan barang tersebut.
  • Promosi barang tersebut, apakah promosi barang tersebut dapat menarik perhatian dari konsumen dan mendapatkan penilaian yang positif dari konsumen.


   2. Bagaimana pendapat anda terhadap perilaku konsumen di Jabodetabek                    khususnya kota Depok?


Jawab : Pendapat saya terhadap perilaku konsumen di Jabodetabek khususnya kota Depok bekaitan dengan :
  • Faktor sosial : 
        - Group, sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak group-group             kecil.
        - Family Influence, keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku           pembelian.
        - Roles and Status, sebuah role terdiri dari aktifitas yang diharapkan pada                 seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya.
  • Faktor personal :
        - Economic Situation, keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi                     pilihan produk.
        - Lifestyle, orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial dan                       pekerjaan yang sama mungkin saja memiliki gaya hidup yang berbeda.
        - Personality and Self Concept, tiap orang memiliki gambaran diri yang                     kompleks dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri               tersebut.
  • Faktor psychological :
        - Motivation, kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk               mencari kepuasan dari kebutuhan.
        - Perception, orang dapat membentuk berbagai persepsi yang berbeda dari               rangsangan yang sama.
        - Learning, pembelajaran adalah suatu proses yang selalu berkembang dan                 berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima.
  • Faktor cultural :
        - Subculture, sekelompok orang yang berbagai sistem nilai berdasarkan                     persamaan pengalaman hidup dan keadaan.
        - Social Class, pengelompokan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat               dan perilaku.